4 Tahapan Hidup (Sinterklas)
4 tahap dalam hidup kita :
1. kita percaya sinterklas.
2. kita tidak percaya sinterklas.
3. kita adalah sinterklas.
4. kita menyerupai sinterklas.
4 tahap dalam hidup kita :
1. kita percaya sinterklas.
2. kita tidak percaya sinterklas.
3. kita adalah sinterklas.
4. kita menyerupai sinterklas.
Si kecil Joni diperintahkan Papa pergi ke kamarnya dan segera tidur.
Lima menit kemudian
Joni: “Pa…”
Papa: “Ada apa?”
Joni: “Joni haus Pa. Bawain air dong”
Papa: “Tidak. Jangan pakai alasan itu. Ayo tidur! Matiin lampunya”
Lima menit kemudian
Joni: “Pa…..!!!!”
Papa: “ADA APA LAGI!”
Joni: “Joni HAUS. Aku boleh minum ya”
Papa: “Kan Papa sudah bikang tidak! Kalau kamu ngomong lagi, Papa akan pukul Pantatmu!”
Lima menit kemudian
Joni: “Paaaaa….. ”
Papa: “APA!!!???”
Joni: “Kalo papa kemari mau mukul pantat Joni, sekalian bawain airnya ya Pa”
Dodol dan Dedel ketemu di jalan, kemudian terjadilah percakapan…
Dodol : “Mau ke mana, Del?”
Dedel : “Ini loh, mau ke warung beli obat nyamuk”
Dodol : ”Loh, memangnya nyamuk kamu sakit apa?” (sambil ketawa cekikikan)
Dedel jengkel dan akhirnya langsung meninggalkan Dodol sambil menggerutu ”Awas ya, nanti aku pasti balas”. Besoknya Dodol ketemu Dedel kembali di jalan dan terjadilah percakapan…
Dedel : ”Mau ke mana, Dol?”
Dodol : “Ah, enggak. Cuma mau ke apotik beli obat cacing buat anakku”
Dedel : “Loh, Dol. Ternyata anakmu cacing yah? Kasihan, sudah cacing, sakit lagi. Kaciaaaan deh loe” (sambil tertawa terpingkal-pingkal)
Seorang gadis 17 tahun mengadu pada ibunya bahwa ia baru saja diperkosa oleh seorang preman.
Gadis: “Ibu, aku telah ternoda.”
Ibu: “Kalo gak ada noda, gak belajar donk!”
Gadis: “Tapi aku telah kotor, bu!”
Ibu: “Berani kotor itu baik.”
Gadis: ???!@:#*
SELAMAT TERTWA HE..HE..HE…. 4600 X
Ada keluarga muda, baru punya satu anak berumur 5 tahun bernama Ipung;
Mereka tinggal di perumahan type 21. Karena rumah type 21 hanya ada 1 kamar tidur, praktis mereka : bapak, ibu, dan anak tidur dalam satu kamar dan satu tempat tidur.
Sebenarnya tidak ada masalah, hanya setiap kali bapak sama ibu mau “bobo2 an” mesti kucing-kucingan, nungguin Ipung tidur dulu. Untuk memastikan apakah si Ipung udah tidur apa belum mereka mengetest dengan cara memanggil Ipung, kalau Ipung menyahut berarti belum tidur, kalau Ipung diam berarti udah tidur, berarti aman untuk beraksi.
Suatu malam seperti biasa mereka lagi mood untuk beraksi, terlihat si Ipung sudah terlelap. Maka sang bapak mencoba ngetes memanggil.
BAPAK : ” Ipung ?!!! ”
IPUNG : ” Ya, pak ? ”
Wah, ternyata Ipung belum tidur. Mereka terpaksa menunggu.
Setengah jam kemudian, gantian si Ibu mencoba ngetes lagi.
IBU : ” Ipung ?!!! ”
IPUNG : ” Yaa, buuu ? ”
BAPAK : ” Gila, belum tidur juga!
(gerutu si bapak dalam hati saking jengkelnya )
Terpaksa mereka menunggu lagi. Setengah jam ditest lagi, ternyata Ipung masih belum tidur juga. Berkali-kali begitu terus. Akhirnya bapak-ibu kehabisan kesabaran, Ipung betul-betul dibangunin dan dimarahin habis-habisan. Ipung menangis dan bingung soalnya kan nggak tahu masalahnya apa. Paginya di sekolah Ipung mengadu kepada ibu guru bahwa semalaman dimarahin habis-habisan oleh orang tuanya. Ibu guru bertanya kejadiannya, Ipung kemudian menjelaskan semuanya, Ibu guru rupanya menangkap permasalahnya apa, maka kemudian dia menasehati Ipung, “Ipung, kalau sudah malam di atas jam 10.00 Ipung harus tidur, dan kalau bapak/ibu memanggil Ipung tidak usah menyahut, pura-pura saja nggak mendengar” begitu ibu guru menasehati Ipung.
Malamnya Ipung mengikuti nasehat ibu guru. Beberapa kali Ipung dipanggil nggak menyahut, padahal Ipung sebenarnya mendengar karena memang belum tidur. Tapi karena takut dimarahi lagi, maka Ipung diam saja. Bapak-ibu sepakat bahwa Ipung sudah tidur. Mereka juga sepakat untuk memulai permainan lalu mereka mematikan lampu. Ipung sebenarnya ketakutan karena gelap, tapi dia juga takut dimarahi maka dia diam saja.
Permainan pun makin berjalan seru. Heboh. Menggairahkan. Sampai Ipung juga keheranan krn tempat tidur terus bergoyang semakin keras dan cepat, tapi dia tetap diam saja.
Sampai akhirnya mereka sudah mau mencapai puncak permainan.
BAPAK : ” Aduuuh,buu.. .. aku mau keluar !!!”
(kata si bapak sambil gemeteran)
IBU : ” Paaak, aaaku juga mau keluaaarrrrr ”
(kata Si Ibu nggak mo’kalah)
IPUNG : ” Ipung ikuuuuuut!!! ! ”
(Ipung langsung teriak ketakutan)
by ianbali