Wakakapedia.com

Penyangkalan

Penyangkalan (Ndisklaimer)

Validitas

Wakakapedia tidak memberikan jaminan validitas kelucuan humor maupun keaslian humornya. Lho, kok BISA? Ya bisa lah wong pake A, kalau pake U jadi BISU dong. Bukan berarti bahwa Anda tidak dapat menemukan humor kocak dan lengkap di Wakakapedia; sebagian besar Anda akan menemukannya. Tetapi, Wakakapedia tidak dapat menjamin Anda akan menemukan emas atau harta karun di sini. Isi humor nya mungkin saja saja diubah, diskandalisasi, diperkosalisasi, oleh orang lain yang ilmu pengetahuannya masih kurang.

Tingkat Kelucuan

Wakakapedia tidak akan pernah mau memberikan garansi kepada Anda yang telah bersusah payah membaca cerita di sini dan ternyata tidak lucu. Masalah lucu atau tidak lucu itu tergantung pada bebeberapa hal: 1) tingkat pengetahuan humor tukang ketiknya, 2) tingkat kecerdasan pembaca terhadap humor, 3) suasana hati pembaca humor, dan yang terakhir 4) tingkat keasaman yang bukan kesamaan.

Asal-Usul

Meskipun Asal adalah saudara kembarnya si Usul yang telah sama-sama dibesarkan dalam keluarga yang sangat sederhana sekali secara selonjor saja susah setiap susim sujan sering sebanjiran. Wakakapedia juga tidak ada hubugan gelap apa-apa apalagi hubungan badan dengan… apa tuh? wikikikipedia kalau gak salah, namun masih satu keturuan dengan dinasty Kakekpedia ataupun Nenekpedia dari dataran tinggi Mongol.

Gossip

Jangan percaya kalau ada kabar burung mengatakan bahwa Wakakapedia adalah palsu, barang panas, black market, mengandung formalin dan sebagainya. Karena merokok dapat merugikan kesehatan apalagi merokok dapat dijalan.

Merek Dagang

Merek adalah merupakan lawan kata dari Merem yang berarti membuka mata secara berlebihan ketika mendengar suatu kejadian lucu di Wakakapedia. Wakakapedia juga bukanlah sebuah merek produk kecantikan para wanita, dan juga tidak diperdagangkan.

Kategori: 4 December 2008 |

Bahaya, memiliki rumah tipe 21

Ada keluarga muda, baru punya satu anak berumur 5 tahun bernama Ipung;
Mereka tinggal di perumahan type 21. Karena rumah type 21 hanya ada 1 kamar tidur, praktis mereka : bapak, ibu, dan anak tidur dalam satu kamar dan satu tempat tidur.

Sebenarnya tidak ada masalah, hanya setiap kali bapak sama ibu mau “bobo2 an” mesti kucing-kucingan, nungguin Ipung tidur dulu. Untuk memastikan apakah si Ipung udah tidur apa belum mereka mengetest dengan cara memanggil Ipung, kalau Ipung menyahut berarti belum tidur, kalau Ipung diam berarti udah tidur, berarti aman untuk beraksi.

Suatu malam seperti biasa mereka lagi mood untuk beraksi, terlihat si Ipung sudah terlelap. Maka sang bapak mencoba ngetes memanggil.

BAPAK : ” Ipung ?!!! ”
IPUNG : ” Ya, pak ? ”
Wah, ternyata Ipung belum tidur. Mereka terpaksa menunggu.
Setengah jam kemudian, gantian si Ibu mencoba ngetes lagi.

IBU : ” Ipung ?!!! ”
IPUNG : ” Yaa, buuu ? ”
BAPAK : ” Gila, belum tidur juga!
(gerutu si bapak dalam hati saking jengkelnya )

Terpaksa mereka menunggu lagi. Setengah jam ditest lagi, ternyata Ipung masih belum tidur juga. Berkali-kali begitu terus. Akhirnya bapak-ibu kehabisan kesabaran, Ipung betul-betul dibangunin dan dimarahin habis-habisan. Ipung menangis dan bingung soalnya kan nggak tahu masalahnya apa. Paginya di sekolah Ipung mengadu kepada ibu guru bahwa semalaman dimarahin habis-habisan oleh orang tuanya. Ibu guru bertanya kejadiannya, Ipung kemudian menjelaskan semuanya, Ibu guru rupanya menangkap permasalahnya apa, maka kemudian dia menasehati Ipung, “Ipung, kalau sudah malam di atas jam 10.00 Ipung harus tidur, dan kalau bapak/ibu memanggil Ipung tidak usah menyahut, pura-pura saja nggak mendengar” begitu ibu guru menasehati Ipung.

Malamnya Ipung mengikuti nasehat ibu guru. Beberapa kali Ipung dipanggil nggak menyahut, padahal Ipung sebenarnya mendengar karena memang belum tidur. Tapi karena takut dimarahi lagi, maka Ipung diam saja. Bapak-ibu sepakat bahwa Ipung sudah tidur. Mereka juga sepakat untuk memulai permainan lalu mereka mematikan lampu. Ipung sebenarnya ketakutan karena gelap, tapi dia juga takut dimarahi maka dia diam saja.

Permainan pun makin berjalan seru. Heboh. Menggairahkan. Sampai Ipung juga keheranan krn tempat tidur terus bergoyang semakin keras dan cepat, tapi dia tetap diam saja.

Sampai akhirnya mereka sudah mau mencapai puncak permainan.
BAPAK : ” Aduuuh,buu.. .. aku mau keluar !!!”
(kata si bapak sambil gemeteran)
IBU : ” Paaak, aaaku juga mau keluaaarrrrr ”
(kata Si Ibu nggak mo’kalah)
IPUNG : ” Ipung ikuuuuuut!!! ! ”
(Ipung langsung teriak ketakutan)

by ianbali

Kategori: Dewasa|Keluarga|Umum Tags: , , , — 14 June 2008 |