Wakakapedia.com

Pertapaan Tengah Hutan

Di sebuah hutan di benua afrika yang bernama hutan Ramaius gantengikus, tinggal seorang pertapa bernama Kyai Ageng Asamoah fikianus atau sering dipanggil Afika, dia mempunyai murid bernama Assamoahlaikum Wr. Wb. tetapi sering dipanggil Halo, karena di hutan cuma ada mereka berdua sehingga jika memanggil nama sudah seperti teman sendiri, langsung disebut saja namanya.

Halo sangat setia pada gurunya sehingga suatu ketika dia di suruh mencari makanan untuk makan mereka dia selalu bersemangat dan ingin mencari yang baru setiap harinya.

Suatu ketika setelah mencari makan dia kembali dan langsung mencari gurunya,

Halo: Afika.
Guru: Iyaa.
Halo: Ada yang baru nihh.
Guru: Apa?
Halo: Pakai ini dulu ya (sambil memakaikan topi pada gurunya)
Sudah siap?
Guru: Sudah
Halo: Nanti dingin lho… Ini oreo ice cream rasa orange.
Guru: hhaaaa, jeruk,.

Halo dan Guru: Diputer, dijilat di celupin,.

Gggrrrrr, dinginnn

Setelah itu datanglah peneliti dari Amerika yang tidak sengaja menemukan mereka, diapun berkata: “NGGAK LUCU, GARING TAU NGGAK :P”

Kategori: Umum Tags: , — 22 February 2012 |

Gara-gara Bubur Ayam

Seorang pelanggan bubur ayam sedang menikmati makanannya mendapatkan sebuah sekrup dalam mangkuk buburnya, tapi ia tidak menghiraukan sekrup tersebut, mungkin karena enaknya rasa bubur itu.

Hari berikutnya seperti biasa dia datang lagi,sial betul hari itu ia mendapatkan lagi sebuah paku kecil dalam mangkuknya tapi ia tetap bersikap tenang dan menikmati hidangannya.Bertahun-tahun sudah ia berlangganan bubur tersebut walaupun seringkali ia mendapatkan benda2 keras dlm mangkuknya.

Pada suatu hari terjadi perbincangan antara keduanya:

Pedagang bubur: “Kelihatannya anda suka sekali dengan bubur ayam saya ini, enak ya?”

Pelanggan: “Sebenarnya sih tidak, tapi gara2 bubur ayam bapak ini sekarang saya sudah punya toko bangunan…!!!”

Kategori: makanan Tags: — 15 January 2012 |

Cerita Lucu Si Bodoh, Si Mati, dan Si Otak

Pada suatu hari, ada 2 orang teman yang sedang menunggu salah satu temannya untuk bermain petak umpet.

Si Bodoh: Hey, otak… Si Mati mana yah, kok nggak dateng-dateng..?
Si Otak: Aku juga ndak tau..
Si Bodoh: Ya sudah, kalo gitu, kita cari bareng-bareng aja, yuk…!
Si Otak: Aduuh..sebentar, ya, bodoh…aku kebelet pipis, nih.. mendingan kamu aja yang cari Si Mati..
Si Bodoh: Ya udah, deh..sana, ke toilet dulu, sebelum ngompol..!

Akhirnya Si Bodoh pun mencari Si Mati tanpa henti sampai akhirnya pada saat Si Bodoh menyeberangi jalan raya, dia hampir tertabrak oleh sebuah truk tangki yang besar.

Supir Truk: Hei, kamu ini BODOH, ya…??!
Si Bodoh: Iya, pak.. nama saya Bodoh, bapak bisa tahu dari mana?
Supir Truk: Kamu ini cari MATI ya???!!

Si Bodoh: Iya pak, bapak betul sekali, saya mau cari teman saya yang bernama Mati
Supir Truk: WOI!!!OTAK kamu itu di mana, siihh…..??????!!!!!!
Si Bodoh: Ooo..Otak?Dia lagi di toilet, pak…ada urusan apa sama Otak, pak?
Supir Truk: @%$&*!$@#^^&$#*&!!!

Kategori: Umum Tags: — 9 November 2011 |

Rahasia Pernikahan yang Awet 60 Tahun!

Ada sepasang suami dan istri yang sudah menikah, hingga usia pernikahan mereka mampu bertahan selama 60 tahun. Banyak orang-orang yangg menanyakan rahasia dari kelanggengan usia pernikahan mereka, hingga pada suatu hari mereka di wawancarai oleh wartawan dr TV lokal.

Terjadilah perbincangan di antara mereka :

Wartawan : Saya merasa penasaran, bisakah anda ceritakan rahasia dari kelanggengan usia pernikahan Anda ini?

Suami :  Sebenarnya tidak ada rahasianya sama sekali, semua itu terjadi 60 tahun yang lalu, saat itu kami sedang berbulan madu .

Wartawan : Bisa anda ceritakan?

“egini ceritanya, saat itu kami sedang menunggang kuda, saya dan istri saya menunggang kuda masing-masing. Hingga pada saat kuda istri saya tersandung dan jatuh, namun istri saya tidak marah sama sekali, bahkan dia memasang muka bahagia dan tersenyum sambil mengatakan ” Sekali ” .

Saya bingung mengapa dia mengatakan itu. Lalu kamipun berjalan lagi, tak lama kemudian kuda istri saya pun jatuh tersandung lagi  dan dia tidak marah lagi, bahkan tetap tersenyum seprti sebelumnya sambil mengatakan ” Dua kali “.

Dan saat hampir sampai di hotel tempat kami menginap, kuda istri saya terjatuh lagi, dan istri saya langsung mengeluarkan sebuah pistol dan menembak kuda tersebut DOR!, dan kuda tersebut langsung mati di tempat .

Tentu saja saya kaget dan langsung marah dan bertanya kepada istri saya.

” Mengapa kamu tembak kuda itu hingga mati!! ? “.

Istri saya pun menjawab dengan muka tersenyum. ” Sekali” .

Dan setelah kejadian itu , sampai usia pernikahan kami 60 tahun, kami tidak pernah bertengkar sama sekali ;-)

Kategori: Keluarga Tags: — 9 November 2011 |

Janji Dokter

Endog menemui dokter spesialis kelamin untuk berkonsultasi soal keluhannya.

“ Dok, saya punya masalah, tapi Dokter harus janji dulu untuk tidak tertawa yah?”

“Tenang. Saya janji tidak akan tertawa. Itu melanggar sumpah kedokteranku,” jawab dokter bersahaja.

Endog langsung menurunkan celananya, burungnya ternyata kecil sekali, mungkin diameternya hanya sebesar pensil 2B.

Melihat ‘barang’ yang hanya seadanya itu, dokter tak kuat menahan tawanya, dia tertawa terpingkal-pingkal, sampai berguling-guling dilantai.

Kira-kira lima menit, baru dia dapat mengendalikan emosinya. “Maaf Mas.
Hhh.. hh.. Saya kelepasan. Saya janji tidak akan tertawa lagi.

Nah, sekarang masalah Saudara apa ?” kata dokter, berjuang keras menyembunyikan sisa tawanya.

Janji Dok ya, dokter tidak akan tertawa lagi,” pinta Endog.

Karena merasa sudah mengingkari janji pada pasiennya, sang Dokter kembali
berjanji di depan Endog, “Baiklah saya tidak akan tertawa, kalau tertawa kamu
boleh pukul saya !” Endog mulai ngomong dengan nada sedih, “ Begini Dok, burung saya sudah tiga hari ini bengkak kayak begini…”

Dokter : “Wakakkakaka.. hahahhaha.. hihihi.. hahahha”

Endog :”Buk…Bux, buk”.

Kategori: kesehatan|Umum Tags: — 3 July 2011 |

Dewa Petir Yang Gila

Seorang biksu diperintah oleh raja untuk mendampingi sang pangeran ke hutan untuk berburu rusa.

Selama berburu bidikan panah sang pangeran selalu tidak mengenai sasaran, sang pangeran sangat geram dan tanpa ia sadari ia berkata kasar “bangsat bidikanku meleset!!”

“Husss!” kata si biksu

“Pangeran tidak boleh berkata kasar, apa pangeran tidak takut pada dewa petir yang selalu menghukum orang-orang yang berbicara kasar”.

“Persetan dengan dewa petir, pokoknya hari ini aku harus pulang dengan membawa hasil buruanku”. Jawab sang pangeran sambil membidik seekor rusa buruannya.

Tapi memang hari itu pangeran sedang sial, bidikannya meleset lagi dan tentunya sang pangeran makin marah “bangsat.. bidikanku meleset lagi”.

Sang biksu kembali menasehati sang pangeran, tapi kali ini dengan dibarengi ancaman “kalo sekali lagi pangeran bekata kotor maka saya tidak akan segan memohon pada dewa petir untuk menghukum pangeran” kata biksu yang mulai marah karena nasehatnya ngga digubris oleh sang pangeran.

Mendengar ancaman sang biksu, sang pangeran malah merasa tertantang “bangsat..bangsat…bangsat..bangsat.. Ayo, mana dewa petirmu..mana?”.

Sang biksupun lansung berdoa, meminta dewa petir untuk menghukum sang pangeran yang mulai lancang, dan tiba-tiba langit mendung… angin bertiup sangat kencang….. entah dari mana datangnya tiba-tiba

“DHUUUUAAAAAAARRR…AR….AR….AR” petir menyambar, tapi aneh.. petir itu menyambar sang biksu, padahal ia sama sekali nggak pernah berkata kasar.

Sang pangeran berdiri disamping mayat biksu yang gosong karena tersambar petir, dan bertanya pada dewa petir “wahai dewa petir, aku yang berbicara kasar tapi kenapa biksu ini yang engkau sambar”.

Dewa petir menjawab “Bangsat..bidikanku meleset”.

Kategori: Umum 21 June 2011 |

Mirip Rano Karno

Rano Karno

Rano Karno

Pada suatu hari, ada seorang perempuan muda naik bus. Perempuan itu mengambil tempat duduk bersebelahan dengan seorang bapak muda berkumis berumur sekitar 40-an. Sewaktu melihat bapak itu, perempuan itu setengah kaget dan langsung nyeletuk kegirangan.

“Eh?! Bapak sepertinya sering muncul di TV ya? Bapak, emm …? Bapak Rano Karno ya …?”
“Bukan, mbak. Saya bukan Rano Karno …” jawab bapak itu sambil tersenyum.

“Ah, beneran? Bapak pasti Rano Karno! Saya ngefans banget lho sama bapak!!”
“Ah, mbak ini … Beneran, mbak, saya bukan Rano Karno …” jawab bapak itu dengan kalem.
“Ayo deh, ngaku deh, Pak?! Bapak lagi menyamar jadi orang biasa ya …? Kok naik bus? Biar gak ketahuan kalau bapak Rano Karno kan?”

“Aduh, mbak ini … Asli, mbak, saya bukan Rano Karno. Saya dari kampung kok, mbak, ndak mungkin kalau saya Rano Karno …” bapak itu mencoba menjelaskan.

“Memang artis suka gitu kok, Pak, biar tidak mengundang perhatian. Udahlah, Pak, ngaku aja … Asyik deh bisa duduk bareng sama Rano Karno di bus, hihihi …, ayo dong, Pak, ngaku aja deh!!” dengan PD-nya perempuan itu memaksa si bapak untuk mengaku.

Kembali bapak itu bilang bahwa dia bukan Rano Karno, tapi perempuan itu terus mencecar dengan pertanyaan dan mendesak si bapak untuk mengaku.

“Bener,deh, sumpah! Bapak pasti Rano Karno! Ayo, ngaku, Pak!!”
Lama-lama, bapak itu merasa terganggu dan mulai hilang kesabarannya karena terus dipaksa untuk ngaku. Dengan jengkel, bapak itu menjawab dengan nada tinggi dan mata agak melotot,”Ya udah, mbak! Saya Rano Karno. Puas, mbak?! Terus, kalau saya Rano Karno, mbak mau bilang apa lagi?!!”

Mbak itu senyum-senyum lemes sambil menjawab,”Kok gak mirip ya …?”
Bapak : “#@%%*!!!!$$X//!!!”

Kategori: Kendaraan|Umum Tags: , , , , — 28 May 2011 |

Sudah Terlanjur

Pada suatu hari Bang Rahmat sang pemanjat kelapa celingak celinguk mencari orang yang mau menyuruhnya untuk memanjat kelapa yang upahnya juga dengan buah kelapa.

Hari hampir malam berulah bertemu dengan Pak Romi yang ternyata sudah lama menunggu orang yang mau memanjat kelapanya.

“Hai Pak Rahmat! tolong panjat kelapa saya.”

Karena Bang Rahmat memang dari tadi mencari kelapa untuk dipanjat tanpa fikir panjang langsung manjat. Sesampainya di atas dia berfikir tadi belum membuat kesepakatan berapa upah manjat, akhirnya dari atas pohon kelapa dia bilang ke Pak Romi!

“Pak Romi, maaf ya, sebenarnya berapa upah saya manjat ini??”

“Biasa aja kalau nanti kita dapat 10 biji, 8 buatku aku yang punya pohon dan 2 upah Pak Rahmat manjat”. kata pak Romi!

“Tidak bisa!… dua itu cuma upah manjat saja upah turun satu” jawab pak Rahmat dari atas pohon kelapa.

“Sudahlah…. aku cuma mau memberikan upah manjat saja, jika kamu tidak mau turun tidur aja diatas kelapa itu..”

Pak Rahmat: “%^@#@3#%”

 

Kategori: Umum 28 April 2011 |

Abang warnet lemot

Suatu hari, si Bujang pergi ke warnet di dekat rumahnya, dia bermain selama 2 jam, setelah 2 jam dia ingin pulang, saat menghapiri petugas warnet:

Bujang: “makasih ya bang!”
Tapi tukang warnet itu tetap saja diam, dalam hati
Bujang:  “(cuek bgt tu orang)”

Malam harinya pukul 12, dengan motor sewaan 12 M, tukang warnet itu pergi ke rumah Bujang:
Tok’tok,tok

Bujang: “(dengan nada sedikit kesal) Oh abang yangg di warnet tadi? ngapain lu ke sini? pake sewa2 motor mahal segala.

“Saya cuman ingin menjawab salam adek saat adek keluar dari warnet tadi, “YO! SAMA-SAMA”

Bujang:  lemot lu!!!!!!!

Kategori: Umum Tags: — 28 April 2011 |

Akibat Minum Viagra

Seorang wanita umur 40-an datang ke dokter dan berkata. “Dok, suami saya akhir-akhir ini tidak lagi bergairah, sudikah dokter membantu mengatasi masalah saya?”

“Kenapa tidak coba viagra, itu obat yang sangat hebat”. Kata dokter.

“Oh tidak, suami saya tidak suka dengan obat-obat perangsang semacam itu, saya sudah capek membujuknya”.

“Begini nona, nona bisa mencoba tanpa disadarinya, masukkan dalam minumannya, dia tidak akan tahu, pil ini tidak ada rasanya”. kata dokter itu lagi.

“Ok dok, akan saya coba”. kata wanita itu.

Keesokan harinya wanita itu datang lagi dengan muka merah padam sambil berkata “Dok, Sungguh memalukan!..sungguh memalukan!”.

Sambil terkejut dokter itu berkata “Lho, kenapa? Apa obatnya tidak manjur?”

“Oh tidak dok, obatnya sangat manjur sekali, saya berikan tadi malam, setelah diminum, muka suami saya langsung memerah, lalu membuang semua isi meja ke lantai, membuka rok saya dan… mem..bla..bla..bla.. di atas meja makan itu juga!. Permainan itu berlangsung hampir satu jam. Ini adalah permainan yang paling hebat yang pernah saya rasakan sejak 20 tahun lalu…”

“Lalu… Apa masalahnya?” tanya dokter keheranan.

“Bagaimana tidak malu dok, semua itu terjadi di depan ibu, ayah, mertua, anak-anak dan pembantu rumah saya!!! Kami sedang makan malam bersama.”

Dokter: $#?~)!@#&*?

Kategori: Dewasa|Perkawinan 6 October 2010 |